Selin mematikan semua lampu yang masih menyala. Gerakan hemat listrik memang perlu. Ia kemudian mengintip Jean dari pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Pemuda itu masih tidur. Waktu Selin pulang semalam, Jean sudah tertidur di kasur dengan piyama garis-garis warna biru dongker dan selimut yang membalut tubuhnya. Padahal belum terlalu malam. Mungkin dia terlalu lelah setelah menonton teater dengan Nadita. Ya, bagus lah, Selin jadi nggak ditanya-tanya dari mana. Selin sendiri kini sudah wangi dan rapi. Ia memang harus pergi ke kampus pagi ini untuk menempuh--setidaknya--dua kelas. Setelah kampus, dia harus meladeni Joshua. Sudah terlanjur janji untuk membawanya keliling-keliling Jakarta. Padahal Selin sendiri tidak begitu tau. Kan dia baru saja tinggal di Jakarta, jarang kelua

