Rigel menginjak rem mobilnya setelah memasuki halaman rumah Kalani. Ia keluar dari mobil dan berlari kecil menuju pintu masuk. “Tuan,” sapa pelayan di depan pintu, menyambutnya. “Dimana Nyonya?” tanya Rigel masuk melangkah ke dalam rumah. “Nyonya ada di kamarnya.” jawab pelayan mengikuti langkah Rigel. Rigel berlari meniti anak tangga menuju lantai atas. Namun, langkah kakinya berhenti di pertengahan tangga. Berpikir untuk menemukan Shoera terlebih dulu. “Tuan ingin sesuatu?” tanya pelayan melihat sang tuan dengan raut ragu. “Kau.” Rigel kembali menuruni anak tangga. “kau melihat Shoera di rumah ini?” tanyanya. “Maaf tuan, saya tidak tahu apa-apa.” pelayan menunduk. Rigel mendengus. “Payah, semua tunduk pada Kalani.” Decaknya dan tidak ingin membuang waktunya. Ia membawa langka

