"Shoera." Rigel melirih, melihat kepergian Shoera dari ruangan itu. Rigel meninju lantai dengan kepalan tangannya seraya berteriak. Perlahan teriakan itu berubah jadi isak pilu. "Bagaimana bisa kau bertindak kejam? Kenapa kau begitu mudah menghilangkan nyawa orang? Dulu Papi dan sekarang tante Haley. Siapa lagi yang sudah kau lenyapkan?!" tanya Rigel berteriak pada Kalani. Kalani terdiam di tempatnya menerima tatapan kebencian dari putranya. "Kau tahu? Rasanya aku ingin mati saat ini. Supaya hubungan di antara kita berakhir. Aku sangat malu terlahir darimu." lanjut Rigel. Kalani mendelik. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar olehnya. Ucapan Rigel seperti belati kasat mata menancap di bagian hatinya. Meskipun hubungan mereka tidak pernah baik selama ini. Ia tidak pernah me

