Shoera mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk dalam retina, menyadari ia tertidur di kursi tunggu . Ia bergerak bangun dan duduk. Melihat sekitarnya, sangat sepi. Ia merenggangkan leher nya yang terasa pegal sembari menguap lebar kemudian beranjak untuk melihat Sky di ruang Icu. “Sky, kau belum bangun juga? Mami sangat merindukanmu.”gumamnya. “Bangun sayang, jangan lukai hati Mami.” lanjutnya menatap sendu Sky di sana. Rigel berdehem menarik perhatian Shoera. Pria itu berdiri tidak jauh darinya sambil menenteng Jas miliknya. Shoera segera berpaling ketika tatapan mereka bersiborok. “Seharusnya kau pulang saja,”kata Rigel menghampiri dan berdiri di sisi Shoera. Mereka memperhatikan Sky dari dinding kaca ruangan itu. “Kenapa bukan kau saja yang pulang.” balas Shoera. Rigel

