Yuni??? Tanpa sadar aku berdesis. Suaraku nyaris hilang di tenggorokan menyadari siapa gerangan gadis yang berdiri saat ini di hadapanku. Gadis yang telah kuenyahkan dari hidupku dan kuusir dari percetakan kemarin karena telah berani main-main denganku. Senada denganku, Yuni pun memandangiku dengan tatapan tidak percaya. Mungkin ia sama sekali tak menyangka jika akan bertemu diriku di tempat ini. Tempat di mana ia sedang melamar pekerjaan. Tak tahu kalau ternyata akulah owner tempat usaha di mana ia tertarik bekerja dan datang karena ingin melakukan wawancara itu. "I-ibu?" Gemetar ia bertanya. Aku diam menunggu hingga ia menyelesaikan kata-katanya. "Jadi gerai ini milik ibu?" suara Yuni terdengar salah tingkah, wajahnya pun terlihat memerah dan sebentar-sebentar berubah warna. Mungkin

