"Kalau memang bagian dari harta bersama kami yang jadi bagian Mas Arman sudah habis untuk biaya hidup dia dan membayar hutang dia ke leasing, ya itu urusan dia, bukan urusan saya lagi. Dia bukan siapa-siapa saya lagi, Yun! Jadi nggak perlu kamu sangkut pautkan lagi dia dengan saya! Aneh kamu, urusan mantan suami kok mau dikait-kaitkan dengan mantan istri! Aturan dari mana kamu ngomong gitu sama saya?" jawabku sambil tertawa. Yuni mencebikkan bibirnya. "Terserah ibu mau ngomong apa, saya cuma butuh pekerjaan, Bu! Nggak usah banyak basa-basi. Bisa tidak, ibu memberikan pekerjaan ini pada saya! Kalau tidak, ya sudah! Saya cuma sedang kepepet saja makanya terpaksa minta kerja sama ibu lagi. Kalau nggak, nggak akan saya datang ke sini!" ucapnya lagi. Aku menggelengkan kepala sebagai jawaban

