POV Nissa "Apa? Kamu mencintainya dan bermaksud menikahi Anissa? Kamu gila, Dit! Anissa milik saya! Dan selamanya akan menjadi milik saya! Nggak ada satu laki laki pun yang berhak mendapatkan dia selain saya!" teriak Mas Arman tak terima saat Aditya selesai berucap. Laki laki itu menyentak cekalan tangan Aditya di lehernya dengan sekuat tenaga sehingga tanpa disadari oleh Aditya, cengkeraman itu pun terlepas juga. Setelah berhasil meloloskan dirinya dari cekalan Aditya, Mas Arman menyeka kemejanya lalu menatap Aditya dan aku bergantian penuh kebencian. "Jadi kalian saling menyukai dan akan menikah? Benar itu, Nissa!" Tatapan Mas Arman berpindah ke arahku. Mendengar pertanyaan Mas Arman itu, Aditya pun menolehkan wajahnya serentak ke arahku. Keduanya seolah sama sama menantikan jawaban

