POV Nissa "Dit, saya ... saya ... Pilih yang pertama. Saya ... tidak keberatan sama sekali dengan perkataan kamu tadi, Dit," ucapku akhirnya dengan suara bergetar setelah lama waktu terjeda oleh bibirku yang mendadak kelu karena rasanya aku jadi tak bisa berkata apa-apa lagi di hadapan pria itu. Aku yang biasanya enjoy saja di hadapan pria itu, sekarang seperti menjadi remaja belia yang malu malu saat bertemu pujaan hatinya. Aku menjadi salah tingkah dan gelisah. Tapi beda denganku, Aditya yang semula tampak sedih dan gelisah, seketika justru berubah ceria saat mendengar jawabanku. Wajahnya terlihat berbinar-binar bahagia. "Benarkah? Ibu nggak bohong?" tanyanya kemudian memastikan. Aku hanya mampu menganggukkan kepala sekilas lalu sesudahnya cepat cepat menundukkan kepala kembali, me

