"Mau ... mau, Ma. Kerja apa sih? Mau dong! Aku lagi bingung ini. Suamiku lagi sakit, aku juga lagi hamil begini. Uang nggak punya. Bingung aku, Ma," jawabku jujur apa adanya. Biar saja Irma kasihan padaku. Jujur saja melihat penampilan glamor dan wah-nya itu aku memang jadi menaruh harapan besar pada teman lamaku itu. "Jadi kamu sudah punya suami dan sekarang lagu hamil? Kok nggak kelihatan ya? Kalau gitu, ayok kita cari tempat ngobrol dulu. Kamu kayaknya capek banget. Belum makan siang kan? Kalau belum, kita cari tempat maksi dulu yuk biar enak ngobrolnya, biar aku yang traktir," ujar Irma lagi. Aku pun mengangguk cepat tanpa perlu menunggu Irma mengulang kembali perkataannya. Selanjutnya kami pun masuk mobil mewah Irma. Perempuan itu membukakan pintu bagian tengah untukku dan mempersi

