"Yun, bangun! Bikinkan mas sarapan gih! Sudah jam sembilan ini, mas sudah lapar banget!" ujar Mas Arman sambil menggoyang-goyangkan badanku dengan kasar. Aku yang sedang tidur, terpaksa membuka mata dan mengucek dengan d**a kesal. Mau apa lagi sih Mas Arman, pagi-pagi begini sudah ganggu tidur orang saja! Ngasih duit juga nggak! Batinku sebal dalam hati. "Ada apa sih, Mas? Gangguin orang tidur aja?" hardikku dengan nada tak suka. "Bangun, Yun! Sudah siang! Jangan molor terus! Bikinkan Mas sarapan pagi sana! Mas sudah lapar nih!" jawab Mas Arman dengan nada kasar. Aku bangkit dari tidur dengan kesal lalu mendongak menatap tajam lelaki di depanku itu. "Mas lapar? Mau dibikinkan nasi goreng? Sini, mana uang untuk beli bahan-bahannya! Mas pikir kalau nggak ada bahan, bisa bikin nasi goren

