Setelah dandan dan bersiap-siap, aku kembali meluncur ke hotel tempat aku dan Irma kemarin bertemu pelangg*n. Kali ini aku sendirian, tak lagi mengajak Irma karena sekarang aku sudah harus mulai mandiri, begitu kata Irma. Meski demikian, tetap saja aku harus memberikan temanku itu sebagian dari penghasilanku guna membayar jasa bantuannya mencarikan aku pengguna jasaku. Tiba di lobby hotel, aku pun duduk menunggu lelaki yang akan menjadi teman kenc*nku hari ini. Tak lama menunggu, seorang pria bertubuh tinggi besar dan berkulit hitam muncul dari arah pintu lobby. Begitu melihatku, lelaki itu langsung mendekat dan menyeringai lebar, memperlihatkan deretan giginya yang besar dan tak beraturan. Jujur melihat penampilan dan perawakannya yang besar dan lebar itu, aku menjadi sedikit takut.

