Pain

1813 Kata

Sean pun melempar batu ke danau sambil menceritakan kekesalannya. Baginya, melempar batu ke danau seperti itu seakan melempar jauh-jauh semua beban yang ada di pikira Nnya. Mentari sudah hampir terbenam yang membuat langit dipenuhi dengan warna jingga. Dan Sean tampak tak ingin beranjak dari tempat itu sekarang juga. Ada sebuah perdebatan kecil dalam hatinya. Di satu sisi, ia masih tidak ingin bertemu dengan Riski saat ini. Dan di sisi lainnya ia berharap Riski mencarinya dan menemukannya di sini. Ia tampak gelisah dengan perdebatan isi hatinya itu. Ia bingung dengan perasaannya sendiri kepada Riski. Ia sadar kalau Riski hanya menganggapnya sahabat atau bahkan saudara. Namun hati kecil Sean merasa sesak, rasanya ada yang bergejolak dalam hatinya yang mengatakan bahwa Sean ingin menjadi y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN