Entah, ia pun sudah tidak tahu haru seperti apa melihat laki-laki tersebut sudah brtidur kaku dengan selang-selang yang berada di tubuhnya membuat gadis tersebut merasakan nyeri di dalam hatinya. Karena sejujurnya ia tidak menydari bahwa dirinya merasakan kesakitan selama ini, dan bodohnya lagi ia tidak peka sama sekali. Bodoh? Memang hanya satu kata itu yang cocok sebenarnya untuk dirinya. Lantas, tanpa permisi pun air matanya kembali jatuh membasahi pipi mulusnya tanpa permisi. Untuk masuk ke dalam ruangan saja ia tidak mampu, karena ya ia tidak ingin di anggap lemah sexikit pun di hadaoan laki-laki tang telah ia cintai selama ini. Iya kakian benar, dirinya baru menyadari hal tersebut. Di mana laki-laki itu sedang sekarar, sialan! Rasanya baru kemarin aku bertemu denganmu. Melihatm

