26.

603 Kata

"Fikar adalah adikmu!" teriak Liana. Fikar yang sudah babak belur pun tak bisa begitu jelas melihat siapa pria yang memukulinya brutal. semuanya terasa gelap kecuali wajah ibunya yang tampak sedang menangis menyaksikan perkelahian dirinya, dan seorang pria yang ibunya sebutkan sebagai kakaknya. Fikar menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri, mulutnya terus berteriak mengatakan tidak. "Tidaaaakkk!!" teriaknya terbangun. Ia menatap ke sekeliling, seketika ia tersadar jika yang ia alami barusan hanyalah mimpi. ia menoleh ke samping ranjang, tampak Sekar yang tengah tertidur pulas tanpa sedikit pun terganggu dengan suara teriakannya. "Cuma mimpi." ucapnya meremas kuat rambutnya. "Mimpi apa tadi itu?" tanyanya pada diri sendiri. Tak mau memikirkan arti mimpi yang barusan ia alami, Fikar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN