“Kau jangan konyol, Leonardo!” Pekikan suara itu terdengar lantang. Tanpa berujar dengan panjang lebar, ekspresi beserta nada suara yang dilengkingkan oleh Gerson, telah menandakan sebuah penolakan. Pemuda yang bekerja sebagai seorang pengembang IT tersebut, sudah pasti tak menyetujui ide tak masuk akal seperti itu. Alih-alih melanjutkan perbincangan, Gerson beralih keluar dari dalam ruang. Meninggalkan Leonardo tanpa berpamitan. ****** Di depan ambang pintu ruang kerja. “Kak? Kau mengapa? Mengapa kau terlihat kesal sekali?” Grace bertanya. Sesaat usai menjumpai wajah tertekuk milik sang kakak. Huh! Dengusan napas beserta pandangan tajam, menghunus sosok Grace. Tak biasa, Gerson memperlakukan Grace dengan tatapan horor seperti demikian. Sontak, Grace bertindak peka. Menuju ke dala

