Di kelas. Carla sedang mengajar. Karena bu Lennia sedang tak masuk untuk mengajar. Carla sebagai murid tercerdas di juluki 'berotak einstein' sedang mengajar di kelas. Kemungkinan ulangan minggu depan karena hari ini bu Lennia tak masuk kelas.
Para murid memahami pelajaran dengan baik. Carla pun tak hanya pintar tapi juga sanggup membimbing teman-teman nya agar mengerti pelajaran yang sulit. Carla emang sering mengajar di kelas kalau guru-guru tidak masuk kelas.
Ketika jam pelajaran sedang berlangsung, masuklah seorang gadis bule dan kedua teman nya. Kebetulan Catherina sedang jam pelajaran kosong, atau tak ada guru di kelas nya.
Ini saat yang tepat untuk ngerjain Carla yang dianggap kutubuku dan culun.
"Hey!" teriak Catherina dari dekat pintu. Yang jarak nya tak jauh dari papan tulis.
Carla menengok dan melihat siapa yang datang. Catherina apa yang dia lakukan?
Para murid sekelas heboh. Mereka tau bahwa Catherina sedang marah dan membentak Carla dari ujung sana.
Model itu datang menghampiri gadis kutubuku dihadapan nya.
"Gadis culun yang sok pintar, let me tell you! Kalau kamu berani macam-macam denganku, aku jamin kamu akan menyesal seumur hidup? understand?" ancam Catherina dengan nada judes.
Carla menatap Catherina tanpa takut. Kacamata bulat nya tak menutupi pandangannya yang berani.
"Jadi? lo ngancem gue?" tantang Carla.
Catherina tersenyum kecut. "Maybe!"
"Hm..." Carla mengangguk.
"Just watch!" kata cewek bule itu. Dia membuka sebotol minuman kemudian menyiram kepala Carla dengan itu. Karena Carla lebih pendek dari model bule itu, Carla pun gelagapan terkena air dingin.
"Ini untuk tantangan lo yang pertama!" kata bule itu. Kemudian Winda dan Sheryl tertawa ngejek.
Mereka bertiga keluar kelas dengan ejekan-ejekan pedas untuk Carla. Gadis culun itu berusaha sabar menahan emosi.
Sekelas terdiam. Lalu Arina datang menghampiri Carla. gadis itu melongo kaget.
"Carla! lo gapapa?" kata Arina sambil mengelap wajah Carla dengan tisu.
"Gapapa" jawab Carla. Dengan nada kesal.
"Kan gue udah bilang, jangan urusan dengan Catherina dan geng nya! kalau lo ga mau kena masalah!" kata Arina.
Carla penasaran. Dia bingung, kenapa semua orang takut pada cewek bule itu.
"Emang nya dia siapa?" tanya gadis kutubuku itu.
"Aduh Carla! ntar pulang sekolah gue jelasin!" kata Arina. "Jangan disini ntar ketahuan lagi kita gosipin dia!" kata sahabat nya takut-takut.
Carla mengangguk. "Okay deh" katanya. kemudian tak lama kemudian bell istirahat berbunyi.
'KRIIING'
Para murid gembira dan menuju ke kantin untuk jajan.
Carla dan Arina pun menuju ke kantin. Tapi Carla mau beli baju seragam dulu, di sekolahnya karena basah. Bayar seragam nya besok, dia pun harus ngutang akibat ulah Catherina.
☆☆☆☆☆
Di rumah. Di kamar tidur. Bella sedang curhat pada mamah nya. Tentang depresi yang dialami oleh nya. Mamah pun sudah tau karena putus dengan Kershan.
"Aku di tikung mah, kata teman-teman geng ku, itu gosip emang cepat banget beredar!" kata Bella dengan wajah sedih. Gadis indo itu mengelap airmatanya.
Mamahnya memandang penuh perhatian.
"Kamu? ditikung? siapa yang nikung kamu?" tanya mamahnya bingung.
Anak secantik Bella masa ditikung? batin mamahnya.
"Itu mah namanya Catherina, murid SMA sebelah." jawab Bella.
"Emang nya dia bisa nyaingin kamu? secantik apa dia bisa nikung kamu?" kata mamahnya ikutan jengkel.
"Cantik mah. Dia itu model. majalah remaja." kata Bella mengambil majalah di sebelah nya.
"Ini yang namanya Catherina" kata Bella menunjukan gambar model remaja yang berdarah bule.
Mamahnya pun kaget. "Oh anak bule yah? pantesan gaya nya aja terlalu percaya diri dia!" kata mamahnya geram. Terlihat bahwa Catherina emang sifat nya arogan dan judes. Kelihatan dari wajah dan gaya-gaya nya di foto.
"Iya mah. Kata gosip dari teman-temanku, Kershan dekat dengan Catherina, ga lama kemudian Kershan mutusin aku!" keluh Bella sedih.
Mamahnya mengangguk paham.
"Kamu ga usah kecil hati, kamu ga kalah cantik sama Catherina." kata mamahnya sambil mengusap kepala Bella.
"Aku mau ngebales perlakuan Catherina mah!"
"Pasti bisa! mamah dukung!" jawab mamahnya mantap.
"Gimana caranya tapi mah?"
Mamahnya berpikir sejenak.
"Gini aja, mulai besok kamu mamah daftarkan di majalah remaja terkenal yang lain! kamu jadi model juga! itu langkah awalnya!"
Bella terbelalak karena senang.
"Benar yah mah?"
"Iya! mamah yang akan atur biaya nya!"
"Makasih yah mamah!" Bella memeluk mamah nya erat.
"Sama-sama sayang" mamah membalas pelukan anak nya yang cantik.
☆☆☆☆☆
Pulang sekolah. Carla mengingatkan perkataan Arini. Katanya sahabat nya itu mau memberi tahu, siapa Catherina dan mengapa dia berbahaya?
Carla pun segera nongkrong di Cafe dekat sekolahnya, untuk ngegosip tentang cewek bule itu.
Di Cafe pun mereka berdua sedang ngegosip. Kelakuan yang jarang banget dilakukan oleh Carla. Gadis kutubuku itu lebih suka belajar atau baca buku novel kesukaan nya dari pada hal seperti 'gosip'.
"Jadi Catherina itu, papahnya dan pamannya masih punya relasi dengan orang-orang kaya kelas atas. Dengar-dengar, paman nya adalah tukang bunuh!" kata Arina dengan nada ketakutan.
Carla melotot kaget. "Ah masa?"
"Iya. Dan kehidupan nya tak bermoral! dia itu, ngerokok, mabuk, dugem, dan teman-teman nya jumlah nya banyak banget. Ga hanya di sekolah doang!" kata Arina heboh.
Sahabat nya yang kutubuku ikut mendengarkan dengan baik.
"Lalu, dia itu free s*x! parah kan?" kata Arina dengan suara agak berbisik.
"Parah!" kata Carla.
"Makanya... lo jangan cari gara-gara sama dia! lo jangan nantang! dia kalau udah marah, ga tau deh akan ngelakuin apa ke lo!" kata Arina memperingatkan.
"Bahaya amat yah!" kata Carla lumayan takut.
Tapi biarpun gimana, aku harus bela harga diriku. Masa aku mau di tindas? batin Carla tak mau kalah.
"Pokoknya... lo jangan nantang dia! please deh...jangan!" kata Arina dengan wajah serius.
Sahabat berotak einstein nya hanya menghela nafas karena jengkel mengingat kelakuan cewek bule itu.
"Biar gimanapun gue harus bela harga diri gue!" kata Carla sambil menatap Arini dengan tatapan tegas.
Arini memegang dahinya dengan wajah takut.
"Carla! lo harus bela nyawa lo juga!" kata sahabat nya serius.
Carla terdiam.
Mentang-mentang keluarga kaya? dan berteman dengan orang-orang nakal, berani gitu nindas orang culun? aku emang culun tapi tidak penakut! batin Carla geram. Dia pun tak terlalu takut seperti takut nya Arina kepada Catherina. cewek bule yang model dan penindas di sekolah nya.
"Pokonya... Carla... tolong dengarkan nasehat gue! ini untuk kebaikan lo!" kata Arina.
"Okaylah gue percaya, niat lo nasehatin gue supaya gue hati-hati! makasih yah Arina!"
"Sama-sama Carla." jawab sahabat nya itu. Mereka berdua kemudian bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing.
Karena uang jajan yang pas-pasan mereka hanya memesan minuman di Cafe. Tidak semurah di kantin sekolah kalau pesan makanan. Mereka pun diajarkan menabung dan berhemat oleh orangtua- orangtua mereka.
Mereka bergegas pulang ke rumah. Setelah selesai ngegosip tentang model bule itu.
Gadis kutubuku berotak einstein itu tetap saja tak mau harga dirinya di tindas.
Biar bagaimana pun gue ga boleh penakut. Penampilan culun ga masalah! tapi gue harus melawan penindas, untuk kebaikan gue dan reputasi gue. batin Carla mantap.
Sambil berjalan pulang ke rumah. Yang tak terlalu jauh dari tempat dia sekolah.