Bab 22. Nyaris Malu

1350 Kata

Selamat membaca! Setelah keluar dari ruangan, Dania tak menemukan keberadaan Erik. Ya, sebelum masuk, Nathan memang sudah memberi perintah pada sang pengawal untuk pergi. Bagi Dania, tentu saja ketidakberadaan Erik sangat melegakan karena ia sama sekali tidak menyukai pengawal itu, terlebih saat Erik menyampaikan ancaman Gina padanya. "Than, aku mau tanya soal yang kamu bilang di dalam tadi, apa maksud perkataanmu?" "Yang mana?" "Itu yang tadi kamu bilang sama Vano kalau aku itu calon istrimu ...?" "Oh ... anggap saja itu salah satu cara untuk membuatmu bebas dari tuntutan Vano. Kalau aku nggak bilang seperti itu, dia pasti nggak akan mau mencabut laporannya." Harusnya Dania sudah tahu jika Nathan pasti akan memberikan jawaban itu. Namun, entah kenapa, hatinya terasa begitu sakit. Pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN