Selamat membaca! "Nyonya Gina adalah Oma Tuan Nathan." Mendengar jawaban Erik, Dania pun seketika teringat akan perkataan Nathan tentang wanita paruh baya itu. "Hancur ... memangnya apa yang akan dia lakukan?" Belum sempat Erik menjawab, pintu lift pun terbuka. Saat itu, memang hanya ada Erik dan Dania di sana hingga keduanya bisa leluasa bicara. "Maaf, Nona, tapi saya sendiri nggak tahu apa yang akan Nyonya Gina lakukan jika Anda sampai menentangnya. Saya hanya ditugaskan menyampaikan hal itu saja." Dania seketika membatu. Ancaman itu terdengar bukan main-main hingga membuatnya sampai kesulitan menelan saliva sendiri. "Mari, Nona! Kamar rawatnya ada di sebelah kanan, nomor 105." Dania pun tersadar dari lamunannya. Mengulas senyum, lalu melangkah pergi ke luar lift. "Sekarang kenda

