Hari ini aku mendapatkan email dari Marwa, dia adalah bos di tempat aku bekerja dulu. Mendengar aku telah kembali, Marwa menawari aku untuk kembali bekerja, sebenarnya sejak kembali aku sudah berpikir untuk membeli mesin jahit sendiri. Aku sekalipun mengurusi Kela masih kerap mendesain beberapa baju di waktu-waktu luang. Aku belum menjanjikan apapun, hanya saja gairahku di bidang ini memanglah sangat kuat. Marwa mengajakku untuk datang ke kantor dan mungkin makan siang bersama untuk mengenang masa-masa dulu. Reva berkata pergi saja, dia tahu kalau aku pastilah sangat stres berada di rumah selama ini. "Bagaimana kalau bertemu Emmeric lagi?" Reva berkata. "Tidak mungkin selamanya menghindar, lagipula dia pasti tidak ingin mencari sorotan saat ini karena kasus istrinya itu." "Kenapa ak

