“Ma, salah nggak sih kalau kita suka sama orang?” Iya bertanya pelan sambil mengelus satu persatu jemari sang ibunda. Adara seketika mengernyit. “Enggak dong, sayang. Memangnya kamu lagi suka siapa?” Iya menghela napas pelan. Ibunya adalah orang paling peka yang paling ia sayangi. Jadi, tidak mungkin bagi dirinya untuk berbohong kepada sang bunda, namun bagaimana jika ibunya marah saat tahu puteri satu-satunya ini menyukai sepupunya sendiri? “Ma,” gumamnya tanpa ingin menjawab pertanyaan sang ibu. “Apakah boleh kita menyukai saudara sendiri?” Kerutan di dahi Adara semakin dalam. Tingkah Iya benar-benar terasa sangat aneh. “Kamu suka Kak Aziz?” tebaknya langsung yang membuat Iya spontan bangun dari pangkuan ibunya. “Ma,” Adara menggeleng tidak percaya, memotong apapun yang hendak Iy
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


