"Sidang ditutup!" Ketukan palu tiga kali menandakan akhir dari pernikahan mereka. Perceraian benar-benar terjadi setelah dia melahirkan anaknya. Selama ini, Shaira benar-benar menepati janjinya untuk pergi ke negara lain melahirkan sang bayi. "Mas bicara sama Shaira sebentar." Galang meminta izin pada Adara. "Kamu nggak apa-apa, kan?" Adara tersenyum lalu mengangguk. "Nggak apa-apa, Mas." Lanjutnya sebelum kembali menenangkan baby Iya yang sudah berumur setahun lebih. Begitu cantik seolah keturunan orang luar seperti Aditama. Adara begitu penasaran dengan anaknya ini. Kenapa bisa ditinggal di depan rumahnya? Lagian, Adara juga mengingat jelas bagaimana darah yang menumpuk pada kain Iya saat itu. Mama dan Papa juga mencoba untuk mencari tahu tentang kelahiran Iya dirumah sakit terdekat

