Dean Adnan dan Arman sudah sampai di hutan persinggahan. seperti hutan pada umumnya di sana terdapat banyak pohon-pohon yang menjulang tinggi Jalan setapak selebar 30 cm terlihat mengkilap karena sering dilalui. Ini adalah hutan di mana Dean menjatuhkan dirinya ke bawah. Hutan persinggahan yang merupakan salah satu tempat yang netral tidak berada di garis kekuasaan Pulau Marai ataupun Pulau Kabut. Pepohonan masih rapat terbukti dengan minimnya sinar matahari yang menembus pepohonan. Adnan membuka jalan baru, katanya jalan yang biasa tidak bisa dilalui karena berbagai hal. Hutan persinggahan ini seperti benteng yang tinggi sedangkan Pulau Kabut dan Pulau Marai ada di bawahnya sehingga jika digambarkan bentuknya seperti tapal kuda. Hutan persinggahan ini pulalah yang akan menghalau sega

