"Lo demen banget nyusahin gue sih Len untung gue sayang sama lo," gumam Margareta. Dengan menggunakan daun lebar yang kering dia mengipas-ngipasi wajah Valen yang tidak sadarkan diri. Sambil sesekali matanya terus menyusuri suasana Pulau Kabut yang benar-benar membuat dia merasa kagum. Terlebih ketika segera biru sudah tersentuh tidak ada perubahan sama sekali semua tetap sama. Tidak ada ilusi yang terkuak, tidak ada kepalsuan yang terbongkar. Margaretha tidak bisa melakukan apa-apa untuk membuat suhu tubuh Valen yang tinggi menjadi turun satu-satunya harapan adalah kembalinya Lintang, entah dari mana dia tidak mengerti. Mungkin Valen sakit karena terlalu lama terkena air hujan tanpa pakaian hangat, tanpa makanan. Margareta mengingat Valen juga pernah sakit seperti ini waktu di pan

