Ananta membaringkan Mira di atas kasur dengan hati-hati. Ia juga memastikan tubuhnya tidak menindih perempuan itu. Satu tangannya menumpu tubuh sementara satu tangannya menyentuh dagu Mira. Ia terdiam sejenak menatap Mira yang berada di bawahnya. Ananta kemudian tersenyum. Tangan Mira kini mulai menyentuh wajah Ananta. Merabanya dengan lembut secara perlahan. “Kamu terlihat tampan kalau sedekat ini.” Ananya menyengir kuda. “Kamu terlalu jauh selama ini.” Yang Ananta maksud bukan arti sebenarnya. Maksud Ananta adalah Mira terlalu tidak tergapai. Perempuan itu memiliki atensinya sendiri dan Ananta tidak termasuk ke dalamnya. Perempuan itu hanya tidak memperhatikan Ananta selama ini. Tangan Ananta menggenggam tangan Mira yang sedang menjelajah wajahnya. Ia mengarahkan tangan Mira itu k

