Chapter 44

1324 Kata

Sarah tertawa mendengar ucapan papanya melalui telepon. Saat ia senggang dan ayahnya senggang, biasanya mereka akan berbincang melalui telepon seperti ini. “Tenang aja, Pa. Aku yakin sebentar lagi Ananta akan pilih aku. Papa tenang aja. Sebentar lagi aku akan menikah.” Sejak kemarin senyuman itu sudah bertengger di wajah Sarah. Ia sangat yakin Ananta akan menyetujui tawarannya. Memangnya kepada siapa lagi Ananta bisa meminta bantuan. Hanya Sarah yang menawarkan bantuan dengan cara paling mudah. Lelaki itu bilang ingin memikirkannya dulu. Sarah jadi tidak sabar menunggu jawaban darinya. “Kalau begitu nanti lagi. Aku harus selesaikan laporan medis pasienku ini, Pa.” “I love you too, Pa.” Sambungan telepon berakhir dan Sarah langsung menatap jam dinding. Ananta akan datang sebentar lagi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN