Rasa Kecewa Udin

1082 Kata

Altaf terduduk di sofa ruang tamu, ia tidak peduli dengan lemparan yang dilakukan Udin pada kaca jendela depan rumahnya. Ia lebih memikirkan kehancuran yang sudah dilakukannya kepada Udin, Saras menatap geram ke arah pintu yang tertutup dengan nyaring, karena ulah Udin. “Lihat kelakuan anak itu, benar-benar sudah tidak tertolong lagi. Mas, tidak usah hiraukan Udin, biarkan saja dia.” “Udin sudah berani menghina dan mengataiku dengan kasar, Mas tidak usah menganggap Udin sebagai anak saja lagi. Biarkan saja dia membuat ulah apa saja, Mas tidak perlu ikut campur untuk setiap masalah anak itu, biar dia merasakan akibat dari perbuatannya.” Altaf menoleh ke arah Saras, “Aku tidak bisa tidak berhenti untuk memikirkannya. Aku tidak tahu, apa yang akan dilakukannya di luar sana, setelah keperg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN