Udin diJebak

1250 Kata

Udin tersenyum ke arah Jaka, “Wah, sorry nih, brother. Mendadak tanganku licin, jadinya tas yang kubawa terjatuh.” Udin lalu membungkukkan badannya mengambil ransel miliknya yang tergeletak di atas kaki Jaka. Udin lalu berdiri dan dengan sengaja ia berbalik tepat di depan Jaka, sehingga ransel miliknya yang berisi batu tepat mengenai wajah Jaka. Kaki Udin pun dengan sengaja menginjak kaki Jaka yang tadi kejatuhan ranselnya. “Aku minta maaf benaran, tadi itu tidak sengaja. Awas, ya!, kalau kamu sampai melapor kepada pak Sapto atau ayah. Maka, predikat sebagai anak manja akan tersemat untukmu dan akan menjadi panggilan untukmu selama bersekolah di sini.” Udin pun berlalu dari hadapan Jaka, sambil bersiul-siul ia menuju ke arah kelasnya. Meninggalkan Jaka yang meringis kesakitan. Di tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN