Ayah Udin tiba di depan kantor polisi bersamaan dengan pengacara yang tadi dihubunginya. Keduanya saling bersalaman di depan kantor polisi, “Apalagi ulah anakmu kali ini?, aku penasaran kerusuhan apa yang akan dilakukan oleh anak laki-lakimu itu nanti, kalau ia mengetahui ternyata ayahnya sudah menikah lagi dan ia bukanlah putra satu-satunya, ia mempunyai saudara tiri yang terpaut beberapa bulan saja dengan dirinya.” Kata Antonio, pengacara Altaf. Altaf memijat pelipisnya dan berkata, “Entahlah dan aku tidak mau memikirkannya. Putraku yang satu ini, kelakuannya memang hanya membuat kekacauan saja. Aku dibuat pusing dan kacau dengan semua ulahnya.” Keduanya menunggu mobil patroli yang membawa Udin ke kantor polisi, karena menurut polisi yang mereka tanya, rombongan pelajar SMA yang tawura

