Udin dan keempat sahabatnya, bersama dengan orang tua meeka, begitu juga dengan pak Kadir, pak Sapto dan bu Wati, tiba di sebuah restoran mewah mengikuti mobil ayah Udin. Mereka semua memasuki restoran tersebut dan Udin dengan senyum lebarnya. Ayah Udin hanya bisa mengelengkan kepalanya saja, sementara Antonio sang pengacara tertawa melihatnya. Antonio menepuk pundak Altaf dan berkata, “Saya suka dengan gaya anakmu yang apa adanya. Anakmu memang beda, lihatlah ia tidak merasa terbebani dan tegang, setelah tadi menghadapi pihak kepolisian. Kurasa, kau akan mendapatkan masalah besar nanti.” Altaf menoleh tidak suka ke arah Antonio, “Jangan kau ingatkan. Aku tahu, pasti aku akan mendapatkan masalah besar dari anakku itu.” Mereka masuk ke dalam restoran dan mengambil tempat dengan tempat d

