Udin pun mengikuti pak Sapto menuju musholla sekolah, “Pak, Saya seperti orang penting saja, ya. Ke Musholla saja dikawal, Bapak takut Saya hilang ya?, sampai segitunya Bapak khawatir dengan Saya.’’ Kata Udin kepada pak Sapto. “Bapak takut kamu menghilang saja, kamu, ‘kan” Terkenal dengan kalau diberi hukuman suka menghilang dan malah menyuruh orang lain untuk menggantikan kamu menjalani hukuman.” Kata pak Sapto mengingatkan Udin. Udin tertawa dan kemudian ia terbatuk-batuk dengan suara serak ia berkata, “Bapak ingat saja!, seharusnya Bapak lupakan hal yang buruk-buruk tentang Saya, Bapak ingat kebaikan Saya saja.” “Kenapa suara Kamu?, jangan sampai kamu berpura-pura kehilangan suara dan bilang batal adzan.” Tegur pak Sapto kepada Udin. Udin hanya tersenyum saja ke arah pak Sapto dan

