Udin menggerutu dalam hatinya melihat pak Kadir yang juga ada di mall yang sama dengannya dan bu Darti. “Eh Pak Kadir, belanja pak?. Jangan lupa, catatannya ya, Pak. Bapak, ‘kan” Sudah tua, jadi sudah pelupa.” Sindir Udin. Pak Kadir melototkan mata nya ke arah Udin, “Kamu ini, selalu saja berani dengan guru sendiri. Bapak belum setua yang kamu maksud juga, Udin!” “Wah, maaf pak. Saya kira Bapak seusia orang tua Saya. Maklum, Bapak sudah banyak kerutannya sih, apa itu karena Bapak sering marah-marah di sekolah. Terutama sekali, Bapak yang sering memarahi Saya, makanya wajah nya jadi kelihatan lebih tua dari umur Bapak.” Pak Kadir menggeram menahan kemarahannya dan ia juga harus menahan dirinya untuk meneriaki Udin yang sudah seenaknya saja. mengatai dirinya. Sementara itu, bu Darti ya

