Bu Darti menatap tidak percaya ke arah Udin yang sudah berani secara terang-terangan melamarnya. Beberapa orang yang ada di sekitar mereka pun melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan penasaran. Mereka berseru dengan semangat, “Terima! … terima!” Udin pun tersenyum ke arah orang-orang yang mendukungnya. “Terima kasih atas dukungannya.” Kata Udin, meski dalam hatinya ia merasa sedikit gugup menunggu jawaban dari bu Darti. Dalam hatinya Udin menggerutu kesal kepada bu Darti yang belum juga menjawab pertanyaannya, membuat perutnya jadi mules aja. Udin kembali duduk dan menatap bu Darti dengan tatapan yang hendak melelehkan hati bu Darti, biar bersedia menerima lamarannya. “Bagaimana, kamu mau menerima lamaran Saya, bukan?” Tanya Udin dengan tidak sabaran. Bu Darti kembali tersenyum

