Tidak ada adegan penuh romansa antara aku dengan Barat setelah kejadian ia menangkap robekan dasterku. Tidak ada pula suap-suapan romantis seperti di serial India yang dulu sering aku tonton. Setelah menawarkan sepiring nasi goreng yang rasanya biasa-biasa saja, Barat pamit pulang. Ia juga menginformasikan kepadaku apa yang telah ia lalui dengan Galang. Awalnya, Galang tidak sudi berdekatan dengannya saat melihat Barat menjemput di sekolah. Bahkan, Galang terkesan menjauh dari Barat—informasi pertama kali yang Barat berikan padaku. Saat Barat membantu Kin mengerjakan PR, Galang tetap acuh tak acuh saja. Teruna itu memang duduk tidak jauh dari si Brondong, tetapi sulungku tetap menjaga jarak dari Barat. Pemuda empatbelas itu mau mendekati Barat hanya karena ia kelaparan di saat yang tepat

