Aku membetulkan tali kutangku yang melorot ke lengan. Roman-romannya, kalau tali kutangku sudah bisa jalan-jalan dari pundak, itu berarti karetnya sudah molor. Anggaran untuk pembelian beha. Limapuluh ribu yang berspons tanpa kawat. Pengeluaran lagi. Aku mendesah. “Galang membutuhkan guru les itu, Mbak.” Suara Aji menyuruk-nyuruk kupingku. Aku memutar bola mata dengan malas. Sudah sejam ini aku menelepon Aji untuk curhat masalah Galang yang akan dikeluarkan kalau dia tidak mengalami kemajuan di sekolahnya. Tapi jawaban Aji selalu berhilir pada: ‘aku membutuhkan guru les’. Mungkin aku memang sangat membutuhkan guru les. Tapi kan rencana anggaran per bulanku sama sekali tidak menyisakan duit tambahan di luar biaya kebutuhan kami sehari-hari. Semua pemasukan yang aku dapat sudah sangat mepe

