Bab 23. Ada Cincin dalam Minuman

1731 Kata

* Sejak mengenalmu, aku harus semakin sering belajar. Iya, belajar mencintaimu ... *** Karena di gazebo halaman depan rumah ini yang penuh dengan aneka bunga mawar merah kesukaanku, aku melihat Romi sedang tersenyum teramat manis padaku! Astaga! Itu manusia apa takjil untuk berbuka puasa sih? Sangat manis dan menyegarkan. Aku masuk ke dalam halaman rumah Romi. Beberapa bodyguardnya menganggukkan kepala penuh hormat pada Romi lalu keluar dari pagar tinggi dan menutupnya, meninggalkanku berdua bersama Romi. "Hai Sus, apa kabar? Atau mulai sekarang ku panggil Mbak Yulia?" tanya pemuda yang mengenakan kaus semi sweater lengan pendek warna merah hati tanpa kerah itu seraya tersenyum padaku. Aduh, yakin! Sekarang aku benar-benar terpesona padanya. Karena penampilan Romi yang gentle sebaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN