bab 24. Dilamar 1

1330 Kata

*Kamu saat sekolah nggak pernah belajar kurang-kurangan ya? -Belajar Kok!? Emang kenapa?! *Bohong! Buktinya kamu enggak ada kurangnya di hati aku ... *** Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu tersangkut di gigi saat aku meminum jus jeruk pemberian Romi. Dan saat aku mengeluarkannya dari mulut, aku terkejut. Sebuah cincin emas bermata ruby! Mataku membulat dan mulutku melongo. "Romi? Cincin ini untukku?" tanyaku tak percaya. Romi mengangguk. "Mbak masih menyimpan cincin dari bunga widelia kuning saat kuberikan di rumah sakit dulu kan?" tanyanya memandangi sepuluh jariku yang tampak polos karena tak ada satupun cincin terpasang disana. Aku memang sengaja tidak memakai perhiasan sedikit pun, karena menyulitkan jika akan melakukan tindakan terhadap pasien di rumah sakit jiwa. "Sudah la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN