Kartika menolak berangkat bersamaku dan lebih memilih naik taksi. Kuembuskan nafas panjang, biarkan sajalah. Ada benarnya juga ucapan Kartika, nanti riasannya berantakan. Tak lama setelah Kartika pergi, kulajukan motorku dengan kecepatan sedang. Saat melewati ruko Reina. Tokonya sudah tutup sedangkan wanita itu tengah berdiri di pinggir jalan. Ia menenteng sebuah tas pesta. Kulihat dandanannya tak seperti biasanya, ia sangat cantik mengenakan gamis brokat warna merah marun dengan jilbab warna senada, ia benar-benar terlihat sangat cantik. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang! Hingga sampai diujung jalan menuju jalan utama, kulihat Kartika turun dari taksi lalu masuk ke mobil mewah. Mobil siapa itu? Kuikuti kemana mereka pergi, namun ternyata tujuannya tidak jauh berbeda. Di sebuah pes

