Part 23 Tiba-tiba datang beberapa orang berpenampilan layaknya preman. Tanpa kompromi lagi, ia membuka pintu taksi mobil dan dengan kasar menyeretku keluar. "Aaaauu ..." Maaf, ini ada apa ya?" tanyaku yang kian terpojok. Mereka semua justru tertawa mengejek. "Bener kata si bos, dia cantik. Boleh juga nih kalau digilir," tukas salah seorang pria yang makin mendekat ke arahku. Ia mencengkram kuat tanganku. "Tolong lepaskan, saya!" teriakku. "Silahkan saja berteriak Nona, tidak akan ada yang menemukanmu disini. Hahhaha," seru pria itu seraya tertawa terbahak-bahak. Jantungku berdegup kian cepat. Rasa takut benar-benar menguasai diri. Aku takut sekali. Ya Allah bagaimana ini? Aku mohon perlindunganmu, Ya Allah ... Sebelah sisi bajuku sudah koyak, karena tingkah kasar preman itu. "To

