Kringg kringg
Waktu sudah menunjukan pukul lima seyra segera mandi dan turun kebawah dengan koper mininya seyra melihat nadine yang tengah berbincang dengan mamanya
“selamat pagi seyra” ucap nadine
“pagi” balas seyra
Tak lama terdegar gelak tawa yang berasal dari ruang tengah dan seketika seyra bertanya dengan gerak mata seakan berkata ‘kenapa’
“oh mereka temen temen twins” ucap mama
“oh,yuk berangkat aja keburu siang” ucap seyra
Seyra mama dan nadine berjalan menuju ruang tengah dan berkata
“yuk dah berangkat” ucap sang mama membuat semuanya menoleh dan beranjak dari tempat
“mah seyra sama nadine aja “ucap seyra
“iya, hati hati ya kalian” ucap sang mama
“siap tante” ucap nadine
Seyra dan nadine memasuki mobil seyra dan pandangan nadine teralih oleh beberapa paperbag yang berada dijok belakang
“itu paperbag lo belum lo turunin sey?” tanya nadine
“oh iya itu kebanyakan punya mama belum sempat gua kasih soalnya” ucap seyra
“ohh,yaudah yuk jalan” ucap nadine
Perjalanan mereka membutuhkan waktu satu jam karena mereka memilih berangkat sangat pagi jadi tidak ada masalah pada kemacetan dijalan
Sesampainya disana seyra dan nadine mengeluarkan koper mini masing masing
Seyra mengambil beberapa paperbag dan membawanya masuk.
“semuanya berkumpul terlebih dahulu ya” ucap papa daren
Ketika semuanya sudah mulai berkumpul
“kita disini sampai besok, buat acaranya nanti malam pesta bbq dan setelah ini kalian bebas melakukan apa saja. Buat kamarnya disini tersedia cukup banyak jadi kalian bisa memilih partner kamar kalian bebas” ucap papa daren kembali
“baik pah” ucap serempak
“sey gua sekamar sama lo kan” tanya nadine
“iya dong” ucap seyra
Ketika seyra dan nadine berniat akan kekamar ada suara yang memanggilnya
“seyra” ucap orang itu
“lo duluan aja nad,nih kunci kamarnya” ucap seyra
“apa bang?” tanya seyra
“lo kenapa sih gak pernah suka sama keberadaan ana?” tanya bang dimas
“ya suka suka seyra lah” ucap seyra tenang
“lo harus merubah sikap lo itu” ucap bang dimas
“kenapa harus?” tanya seyra
“lo emang egois” ucap bang dimas lalu pergi meninggalkan seyra
“gua egois atas kebahagiaan gua bang” batin seyra
Seyra mengambil handphonenya dna mengirimkan pesan kepada mama
Me
Mah kekmr seyra
Seyra segera menuju kamar seyra dan melihat nadine yang tengah berbaring
“ada apa sey?” tanya nadine
“oh gapapa biasa ana” ucap santai seyra
“kita harus hati hati deh sey” ucap nadine
Tok tok tok
“masuk” ucap seyra
Tak lama muncullah sang mama dengan wajah bingungnya
“kenapa sayang?” tanya sang mama
“ada beberapa hal yang mau aku kasih tau mama” ucap seyra
Seyra mulai menceritakan semua kebusukan ana dan niatnya yang mengoda papa daren disertai dengan beberapa bukti yang berada dihandphone seyra
“jadi sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya sang mama
Seyra,nadine dan mama vina membuat rencana untuk pesta nanti malam dan semuanya setuju tak lupa nadine juga memberi tahu rencana ini pada fadlan
“yaudah mama mau masak dulu” ucap mama vina
“tunggu mah, kemarin seyra beliin mama baju nih” ucap seyra memberikan beberapa paperbag kepada sang mama
“wah banyak banget makasih sayang” ucap sang mama pada seyra
“sama sama mah” ucap seyra dan mama pergi dari kamar seyra
Seyra merasa bosan terus terusan berada dikamar
“nad keliling villa yok bosen nih gua” ucap seyra membujuk nadine
“yaudh yuk” pasrah nadine
Seyra dan nadine berjalan jalan keliling villa seketika pandangan mereka mengarah ke seorang wanita yang sedang mengendap endap
“mencurigakan” ucap seyra dan nadine secara bersamaan
Seyra dan nadine mengikuti ana pergi
Disisi lain
“iya mom bentar ini ana lagi nyari tempat yang aman” ucap ana
“cepatlah”
“udah aman,mommy mau bilang apa tadi?”
“kita harus buat rencana lagi biar kita dengan mudah cepat mengambil daren dari vina”
“iya ini ana disini juga berusaha buat selalu narik perhatian papa daren dan buat seyra dimarahi”
“kamu pura pura aja habis dibully seyra,buat daren percaya kekamu”
“hmm ide bagus yaudah ana lakuin dulu byee mom”
Panggilan terputus
“rencana lo bagus juga” batin seyra
“gaakan ku biarkan ana” batin nadine
Seyra dan nadine memutuskan untuk meninggalkan ana yang sedang menyusun rencana mungkin
“rencana ana mungkin seru” ucap seyra
“apa apaan sih sey nanti kalo lo dapat fisik dari mereka gimana?” tanya nadine
“kan ada lo yang ngobatin hehe” cngengesan seyra
“untung gua tadi ngrekam pembicaraan ana” ucap nadine
“mungkin bentar lagi ya satu .. dua ..ti-”
Tok tok tok
Bunyi gedoran pintu yang saling bersahutan
Ceklek
“sini lo” ucap kevin menarik paksa seyra
Sesampainya dihalaman belakang villa nampaknya semua sudah berkumpul dan menatap seyra dengan berbagai pandangan
Kevin menghempaskan tangan seyra dengan kasar sampai seyra terjatuh ditanah
“seyra lo gapapa kan?” tanya nadine
“lo masih mau belain nih jalang?haa” tanya angga
PLAKK
Nadine menampar angga dengan penuh emosi
“lo bilang seyra jalang? Dia yang jalang” ucap nadine dengan menunjuk ana yang sedang menangis didekapan radit
Bugh
Plakk
Dugh
Disisi lain ana tersenyum miring yang diketahui oleh fadlan
Nadine membalik dan melihat seyra yang sudah terkapar ditanah akibat ulah papa daren
“saya malu punya anak seperti kamu” ucap papa daren
“heh saya juga tidak berharap dilahirkan dengan orang tua seperti anda” ucap seyra santai
“SEYRA” emosi kenzo sudah meluap
Plakk
Kali ini pelakunya abang dimas yang seyra ketahui selalu menyayangi seyra
Nadine yang sudah tak kuat segera memeluk tubuh lemah seyra dan berbisik
“udah ya ayo bongkar hiks” bisik nadine pada seyra
“jangan” ucap seyra sebelum kesadaranya menghilang
Semua hanya memandang remeh seyra yang pingsan tanpa mau menolong
Msedangkan mama vina sudah berjanji pada seyra
Flashback on
Mama vina,nadine dan seyra tengah membicarakan tentang rencana mereka yang akan dimulai
“nanti pasti akan ada rencana dari ana yang mengaku seyra bully atau mengaku seyra membentak atau apalah nanti mama percaya aja ya sama dia dan jangan tolongin seyra”ucap seyra pada mama
“tapi sey nanti kalo kamu kenapa napa gimana?” tanya sang mama
“kan ada nadine mah” bujuk seyra
“yaudah tetapi setelah itu mama kekamar kamu” ucap final mama
Flashback off
Seyra sudah sadar dari sejam yang lalu tetapi ia pamit ingin tidur karena kepalanya merasa pusing.