Di pandangan Tania, Joe tersenyum dan terus menyebut namanya pelan. Seperti biasanya, Joe memanggil namanya dengan nada manja. Senyum Tania pun mengembang. Cepat-cepat ia bangkit dan terduduk di atas ranjang lalu meraih tangan Joe dan menangkupkannya di sebelah pipi. Kedua matanya terpejam. "Jika ini mimpi, aku tidak ingin terjaga. Jika ini bukan mimpi, kita akan hidup bahagia, Joe. Aku hamil," ujarnya bahagia. Lalu ia berdiri di dekat tepi ranjang, merengkuh tubuh Joe, sedikit membungkukkan tubuhnya dan meletakkan telinganya di d**a pria itu. Bunyi detak jantung pria itu terdengar jelas, bahkan hangat tubuhnya bisa Tania rasakan. "Kau masih hidup, Joe. Ini bukan mimpi 'kan?" Menatap biru kedua bola mata Joe tiba-tiba berubah menjadi abu-abu. "Jacob?" Tania mundur selangkah lalu jatuh t

