Senyuman tipis telah bertengger di bibir Dean sejak tadi. Ada beberapa alasan kenapa perasaan senang membuncah di dadanya. Pertama, Naya memeluknya setelah beberapa waktu hubungan mereka memburuk. Dean masih ingat dengan jelas bagaimana wajah khawatir Naya. Ia senang saat Naya mengomel dan mengatainya karena hujan-hujanan demi menunggu Naya. Agaknya Dean akan lebih rajin hujan-hujanan jika hadiahnya adalah diomeli oleh Naya. Ada satu hal lagi yang membuat Dean berbunga. Setelah menumpang mandi di rumah Naya, Dean disuguhi semangkuk sup panas buatan Naya. Bukan sup telur sederhana seperti buatan Naya dulu. Sup ini telah diupgrade menjadi jauh lebih nikmat. "Kalau cuma disenyumin nanti jadi dingin," tegur Naya. Selama beberapa saat Dean hanya tersenyum memandang sup di mangkuk. "Iya.

