Naya menatap nyalang perempuan yang sedikit lebih pendek darinya itu. Untuk apa dia ada di rumahnya sepagi ini? Naya mengamatinya lebih jelas. Seragam restoran, flat shoes kumal, juga wajah yang tidak dibaluti make up. Pastilah dia juga pemilik motor yang suaranya sampai ke kamar Naya ketika datang. "Ngapain?" "Ini, Bu. Tadi bapak pesan makan. Katanya disuruh antar cepat ke sini." Citra menyerahkan tas kresek berisi beberapa bungkus makanan. Naya memejamkan mata sejenak. Dia memang meminta Dean memesan makanan dari restoran untuk sarapan. Tapi maksud Naya, Dean bisa memesan melalui ojek online, bukan menyuruh Citra datang. "Ya udah sini." Tangan Naya mengambil alih kresek yang dipegang Citra. Dia menunggu hingga Citra berpamitan, namun gadis itu tetap diam di tempatnya. "Nunggu ap

