Seribu Persen

1380 Kata

"Buktinya udah ada di tangan gue. Nanti malam aja gue kasih. Iya, gue tahu. Jangan cerewet seperti ibu-ibu!" Ivy menghela nafas panjang saat melihat lelaki yang sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke mobil sedan hitam. "Gue? Gue lagi di rumahnya Ivy. Tenang aja, gue ke sini buat ketemu anak gue aja. Ya udah gak usah bawel!" Setelah memutuskan panggilan teleponnya sambil mengomel, Bravino pun mengangkat wajahnya. "Hai, sayangnya Papa udah pulang ya?" Ivy jadi salah tingkah ketika ditatap dalam oleh Bravino. Harusnya ia sadar bila yang dipanggil sayang bukan dirinya, melainkan Bravy yang sedang ia gendong. Saking tidak fokusnya, Ivy jadi tidak sadar bila Bravino berjalan ke arahnya. Tahu-tahu lelaki yang sore ini mengenakan baju polo berwarna hitam, memperlihatkan otot keras le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN