Kaisar, Bukan Vino

1315 Kata

"Mana?" Rere mengerucutkan bibir saat melihat Bravino menjulurkan tangan tanpa basa-basi apapun padanya. Setelah ia hampir putus asa menghubungi Bravino yang tak mau menjawab telepon ataupun pesannya, akhirnya mereka bisa duduk berhadapan. Dipisahkan sebuah meja dengan bentuk persegi panjang dan dilapisi taplak berwarna putih bersih. "Bi, masa gitu sih? Kamu gak kangen apa sama aku?" Bravino menghela nafas panjang sambil berdecak kesal. Sepertinya ia tak bisa berpura-pura lagi. "Gue lagi pusing, Re. Gue pengen ini cepat selesai supaya gue bisa menghancurkan Richard Milano dan kita juga bisa lanjut." Sengaja Bravino tak mengatakan kelanjutannya seperti apa, karena memang semua ini belum akan berakhir sebelum Richard ataupun Rere mendapatkan hukuman mereka masing-masing. Jadi ia pun t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN