Danu melihatnya, tapi sama sekali tidak peduli. Zaskia bisa merasakan benda keras menyentuh bokongnya yang terasa dingin. Danu memang berniat menggaulinya di sini. Pria ini sudah gila. Zaskia semakin ketakutan, dan hati kecilnya menolak untuk pasrah. Tapi Danu kembali membisikkan kata-kata ancaman. Membuat semua usah perlawana Zaskia terhenti. “Kamu juga menginginkannya, kan? Kenapa kamu terus berpura-pura?” tanya Danu dengan nada sinis. Zaskia tak berdaya. Hingga tiba-tiba ada suara langkah di luar —suara sepatu mendekat, di susul suara radio walkie-talkie. Zaskia merasa mendapatkan kesempatannya. “Aku tidak peduli lagi dengan karirku. Aku akan berteriak sekarang,” ancam Zaskia pelan. Danu terhenti. Cekalan tangannya terlepas. Tentu saja, dia sebenarnya lebih mengkhawatirkan kar

