Sudah dua jam Andrew hanya duduk diam di balkon kamarnya, melihat dengan tatapan kosong, entah melihat apa. Yang pasti Andrew lagi mikirin sesuatu yang berhubungan sama masa depan, Edgar, dan juga dirinya sendiri tentunya. "Kak," panggil Ara sambil berdiri di samping Andrew, "ngelamun aja, nih!" "Haha," Andrew ketawa garing. Moodnya lagi retak, males banget buat diajak becanda, "siapa juga yang ngelamun?" "Tuh, kucing tetangga lagi ngelamun." Garing Ra, garing:') "Kakak lagi mikirin Edgar, ya?" "Ah, enggak kok." "Kak," Ara memanggil Andrew, "cerita kalo ada masalah, kita cari solusinya bareng-bareng," ujar Ara tersenyum simpul, mencoba menguatkan hati kakaknya yang sedang dilanda resah. "Oh iya, Kak. Kalo kangen Edgar, nih aku kasih nomernya." Ara membuka ponsel pintarnya dan mulai

