"Kak, kok mendadak bisa baikan sama papa, sih?" tanya Edgar ke Andrew di dalam kamarnya sambil mengernyitkan dahinya curiga. Ya iyalah curiga, karakter keras dan garang macam Andrew sama papanya itu mustahil banget buat akur tanpa adanya pertumpahan darah. Edgar yang mikir papanya bakal nyuruh Andrew buat jalan sambil kayang, atau minimal disuruh push up yang bertumpu sama satu jari justru malah main catur berdua. Enggak ada yang mau kalah, dua-duanya nge-gas. Ini! Ini dia sumber keanehannya! Jujur aja, siapa yang enggak bingung lihat keakraban keduanya. Setelah kemarin bagai acara perploncoan mahasiswa baru, lah kok sekarang malah kayak mantu sama mertua budiman gini. Edgar kan masih mau lihat Andrew-nya disiksa:( Enggak, salah, maksudnya dia enggak mau lihat Andrew disiksa. Walaupun

