28

932 Kata

"Ma, Kak Andrew gimana nasibnya, Ma~?" Edgar merengek ke arah mamanya yang sibuk menyiapkan minuman untuk Andrew dan papanya Edgar. "Nasib ... nggak ada yang tau, Gar." Mama Edgar menjawab dengan masa bodoh, memberi jawaban tanpa kepastian. "Dih, Mama." Edgar melengos dan berjalan hendak keluar dapur. "EH, TUNGGU!" pekik mama Edgar dengan tiba-tiba, menghentikan niat Edgar untuk menghampiri Papanya dan Andrew yang entah sedang apa di ruang tamu. "Mau ke mana kamu? Mamanya masih repot gini, bukannya bantuin malah mau pergi!" omel Mama enggak terima disuruh kerja sendiri. Mentang-mentang satu-satunya perempuan di rumah ini, jadi mamanya yang harus repot sendiri. Edgar mengembuskan napasnya pasrah, "Mau dibantu apa, Ma?" "Nggak usah, cukup temenin Mama masak aja, udah hampir waktu makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN