"Tara, kamu nggak pa-pa?" tanya Edgar khawatir. Ya iyalah, khawatir! Udah kepergok homo, yang ngeliat malah mimisan lagi. "N-nggak pa-pa, kok! Lanjutin aja," jawab Tara sambil nyengir enggak jelas. "Lanjutin apa?" "Lanjutin acara grepe-annya." "Ngawur kamu!" teriak Edgar histeris. Jelas aja histeris, orang Tara tuh ngomongnya santai banget, kayak nggak ada beban aja gitu. "Kalian deket, ya." Andrew menginterupsi obrolan keduanya. Edgar dan Tara yang sedang ngobrol pun tiba-tiba langsung diem. "Ah, enggak, kok!" jawab Edgar panik, "Kita jauh, kok! Nggak deket. Seriusan nggak deket!" lanjut Edgar. "Yaelah, Mas! Nggak usah cemburu gitu ... saya nggak suka tipe cowok uke kayak Edgar gini. Saya sukanya sama tipe seme kayak Mas Andrew." Tara berkata sambil mengelap sisa-sisa darah pada hi

