Rosemary Gold sudah berlatih selama beberapa hari ini dan selama beberapa hari pula keadaan tampak tenang. Gosip tentang penyihir yang memasuki desa pun tidak terdengar lagi. Seakan-akan lenyap begitu saja. Meskipun demikian Rosemary tetap akan membuat perisai untuk kastelnya. Saat ini semua orang tengah berkumpul di depan kastel. Dua roh yang akan membuat perisai sudah bersiap-siap dengan ancang-ancang mereka. “Kalian berdua siap?” Rosemary bertanya antusias. Ia tidak bisa membuat perisai dan hanya mengandalkan dua roh yang sudah bisa ia lihat dengan samar-samar. Begitu samar, sampai-sampai matanya sakit jika melihat mereka berdua. Ia memilih untuk tidak melihat mereka sampai ia bisa membuka mata batinnya dengan sepenuhnya. “Kami siap, Nona.” “Kalaupun belum terlalu kita, kita bisa me

